Satu Orang wartawan Gizmodo, Adam Clark Estes sempat mengalami betapa berbahayanya beban 27 kg di leher akibat Mobile Phone. Dirinya pernah mengira sakit kepala seperti migrain yg dia alami merupakan tumor. Tetapi nyatanya bukan. Sakit kepala hebat menyerupai migrain yg dirinya alami lebih sakit dari sakit kepala biasa. Rasa sakitnya mirip satu orang menghantamkan besi panas ke kepala Adam. & sakitnya serasa menyelubungi kepalanya dgn hebat.
Adam pula berkonsultasi ke satu orang neurologis, Dr.Myrna utk mengeceknya . & yg beliau dapati, dia mengalami occipital neuralgia. Dr. Myrna Cardiel menyebutkanpenyakit saraf seperti ini tidak jarang ditemui kepada pasien yg condong ketagihan gadget. Sakit yg muncul terutama seperti rasa terbakar di kurang lebih daerah belakang, samping atau atas kepala. Occipital neuralgia disebabkan oleh tekanan berlebih atau kerusakan kepada ujung saraf. Rasanya sakitnya rata-rata muncul sejak mulai dari tulang belakang hingga ke atas tengkorak kepala.
Dr. Myrna juga memberikan 20 kali suntikan di sekian banyak area. Adam pula nyaris pingsan menahan rasa sakitnya. Dr. Myrna pula menganjurkan Adam utk menegakkan kepalanya. Pun jalankan kegiatan yoga & sekian banyak pijatan guna menopang rasa sakit. Pastinya, Adam juga sejak mulai mengurangi dikala utk menunduk memandangi gadget-nya.
"Seorang yg tidak jarang membaca, rata rata mengalami gejala ini" jelas Dr. Jeremy Poulsen dalam satu buah makalah. "Jika saraf-saraf di sekitar kepala ditekan & ditarik sedemikian rupa, occipital neuralgia sanggup berlangsung. Sakit kepala hebat serta tak sanggup dihindari." imbuhnya.
Kenneth K. Hansraj dalam makalahnya menyatakan bahwa rata-rata berat kepala orang dewasa sekitar 5 sampai 9 kg pada posisi netral. Saat menunduk 15°, ada sekitar 12 kg beban di leher, 18 kg pada 30°, 23 kg pada 45°, dan 27 kg pada 60°. Posture ini menyebabkan tekanan pada tulang leher. Dan jika terus menerus ditekan dalam waktu yang lama, akan merusak otot leher. Kemungkinan untuk mendapatkan pembedahan bisa saja terjadi.

0 comments:
Post a Comment