Sunday, 12 July 2015

12:18

Prospek Partai Idaman (Islam Damai Aman) dinilai tak dapat berlainan bersama nasib sang penggagas, Rhoma Irama, sejauh ini dalam dunia perpolitikan. Rhoma pada awal mulanya sudah berkali-kali tidak berhasil jadi calon presiden & calon wakil presiden. Bahkan Rhoma pernah jadi calon ketua umum partai, terakhir Partai Bulan Bintang, meski semuanya kandas. “Dengan kata lain, partai Idaman ini masa depannya tak akan lebih daripada idaman Republik Indonesia (Rhoma Irama) utk jadi capres ataupun cawapres selama ini,”terang pengamat politik senior AS Hikam (Pekan, 12/7). 

“Hal ini disebabkan orientasi partai yg eksklusif & belum tuturnya basis massa yg ingin diperlukan sebagai penopangnya,” sambung Hikam. 

Katanya, partai politik berbeda dengan “fans club” Rhoma Irama sebagai pemusik kondang. Bila Idaman merupakan singkatan “Ikatan Dangdut Mania”, Hikam menilaibakal lebih banyak pengikutnya. 

“Karena merupakan fans klub musik dangdut, di mana Republik Indonesia ialah dedengkotnya yg telah malang melintang di semua dunia,” ungkap mantan Menteri zamanPemerintahan Gus Dur ini. 

Dirinya menuturkan, bukan berarti Partai Idaman nanti tidak ada pengikutnya. Dikarenakan di negara ini parpol baru dengan produk kecap baru sulit dibedakan. 

“Kendati isi parpol orangnya sama, namun kalau merknya & kemasannya beda, rata-rata bakal ada saja yg ingin jadi supporterTerlebih seandainya ada iming-iming ‘gizi’& kedudukan,” ungkapnya. 

Cuma saja, utk masuk nominasi juga sebagai peserta Pemilihan Umum 2019 & beradu bersama parpol-parpol yg telah bercokol di Senayan sekarang ini, bagi Partai Idamantampaknya yaitu hil yg mustahal. 

Walau demikian, Hikam menghormati langkah politik Rhoma Irama tersebut. “Tentu ialah hak politik Republik Indonesia buat mendirikan atau ikut terlibat dalam parpol apapun,” begitu AS Hikam.

0 comments:

Post a Comment